2. Perawatan Rotor


Pemeliharaan Rotor Turbin

Prosedur pemeliharaan rotor turbin sangat penting untuk memastikan operasi unit yang aman dan stabil. Proses ini melibatkan beberapa langkah, termasuk pengangkatan, pembersihan, inspeksi, pengukuran, dan penilaian deformasi, yang semuanya harus secara ketat mematuhi spesifikasi teknis.

1. Setelah membuka silinder, lakukan pemeriksaan visual terhadap rotor turbin. Ini terutama mencakup pemeriksaan poros utama, impeller, bilah, dan pelindung untuk mengetahui tanda-tanda aus, longgar, retak, atau deformasi.

2. Lakukan pemeriksaan data pada komponen-komponen kritis termasuk poros rotor, cakram dorong, impeller, dan pusat kopling:

1) Ukur runout pompa minyak utama dan cakram dorong;

2) Ukur runout poros rotor dan sudut kemiringan rotor;

3) Ukur kebocoran impeler dan lendutan poros utama;

4) Periksa penyelarasan pusat kopling;

3. Persiapan pengangkatan dan pengangkatan rotor:

Sebelum mengangkat, periksa integritas alat khusus, sling, dan tali kawat.

4. Pembersihan dan pemeriksaan bilah dan impeller:

Pembersihan bilah dapat dilakukan secara manual atau melalui sandblasting. Pemeriksaan pasca-pembersihan untuk mengetahui retak, kerusakan, dan cacat lainnya adalah wajib. Metode pemeriksaan meliputi: pengujian akustik, inspeksi visual, dan pengujian non-destruktif (misalnya, pengujian partikel magnetik, pengujian ultrasonik).

1-1. Pemeriksaan Jarak Dorong

1-2. Pemeriksaan Ketidaksesuaian Stik Pengukur Pompa Minyak Utama

1-3. Pemeriksaan Runout Radial Pompa Minyak Utama

1-4. Deteksi Kemiringan Panel Inferensi

1-5. Penyelarasan Pusat Kopling

2-1. Pemeriksaan runout poros rotor

2-2. Deteksi Sudut Pitch Rotor

3-1. Pemeriksaan Kerataan Impeller (Sebelum Perbaikan)

3-2. Pemeriksaan Kerataan Impeller (Pasca Perbaikan)

3-3. Pemeriksaan Kegoyangan Impeler

4-1. Pembersihan dan Pemeriksaan Rotor

4-2. Pembersihan dan Pemeriksaan Rotor